di internet kita jaya ` bodrox.blogspot.com

Tuesday, January 19, 2010

Duit

duit


Ma...., minta duit

Sering kita mendengar anak kecil minta duit pada mamanya, atau kita sendiri-lah 'si penderita' yang dimintai duit. Tapi mengakulah bahwa kita sama-sama pernah (atau masih) minta duit pada orang tua kita.

Ternyata, 'duit' yang padanannya uang, yang kita gunakan dalam percakapan sehari-hari berasal dari bahasa Belanda:

The duit was a Dutch coin worth 2 penning, with 8 duit equal to one stuiver and 160 duit equal to one gulden. It was once used in the Americas while under Dutch rule.
The name of the coin was preserved for a long time in the 'fourduitcoin' (or plak), because it was the biggest bronze coin of its time and it was worth half a stuiver (or 2,5 cent).

Sumber: wikipedia.

Duit adalah pecahan nilai uang koin Belanda yang 160 duit nilainya sama dengan 1 gulden. Duit sampai sekarang digunakan sebagai bahasa non formal di Indonesia dan Malaysia.

Ternyata, bekas-bekas kolonialisme alias penjajahan atau imperialisme masih bersisa sampai sekarang. Bahkan konon, hukum Indonesia masih mengadopsi aturan hukum Belanda yang saat itu salah satu gunanya untuk 'menjinakkan' para 'irlander'.
Kata Slank, feodalisme itu warisan kompeni.

Belanda sudah jauh. Tapi warisannya masih tersisa sampai sekarang. Semoga bangsa ini suatu saat terbebas dari watak dan psikologi orang jajahan.... lanjutan and komentar...

Cerita Menarik

Boncer yang barusan selesai diwisuda pulang ke kampung halamannya. Di sana ia bertemu dengan Boncor, teman SMA-nya dulu.

Boncer: “Wah Cor, lama kita tak sua!!”
Boncor: “Wah... Boncer!! temanku sudah keren sekarang...., lagak orang kota!!”
Boncer: “Kangen banget aku sama kamu, ngomong2 ngapain aja kau selama ini?”
Boncor: “Akh, malu aku Cer. Kerjaku cuma narik becak, ya.... lumayan daripada nganggur.”
Boncer: “Bohong kau teman, jangan-jangan malah sudah jadi bupati kau!”
Boncor: “Lho??!”
Boncer: “Mana ada orang kerjaannya narik becak, becak itu dikayuh. Bohong kan kalo kerjaanmu narik becak...?”
Boncer: *&^$$#^&%#&(@^

Beca(k)nda Dengan Maut
lanjutan and komentar...

Sunday, January 17, 2010

Togel 2.0

Togel itu judi khas Indonesia, kalau kita merujuk 'Indonesia' sebagai golongan mayoritas kelas sosial penduduk Indonesia. Dulu pernah bernama SDSB atau Porkas, dan bukan "toto gelap" karena dilegalkan oleh pemerintah. Si Anggodo yang terkenal itu pernah menjadi tokenya, toke toto yang kagak gelap.

Usaha Gai Hwa kemudian diteruskan putra-putranya. Mereka merambah ke bisnis judi. Sejumlah media melaporkan Anggoro dan Anggodo pernah menjadi pengelola SDSB dan Porkas--judi yang dilegalkan pemerintah di era 1980-an. Bisnis mereka melambung setelah bersahabat dengan Rudy Sumampow, tauke top di Surabaya yang akrab disapa Roby Ketek.

source: jaringan kuasa Anggodo, vivanews.com

Togel memang identik dengan masyarakat kelas bawah. Setahu saya markas pengedar togel itu adalah pos siskamling atau warung tegalan. Tapi seperti halnya jenis dan pola interaksi sosial yang laen, togel itu pun berevolusi menjadi togel 2.0.

wew, no1 di top post engine blog tetangga, WP


wow, yang ini juara tiga

wiw, masih di top 100 WP post

Yup. ternyata tidak hanya sekedar sosial networking, bisnis, news, revolusi sosial, dll yang berevolusi menjadi 2.0, togel yang konotasinya adalah hiburan dan harapan akar rumput Indonesia pun ikutan berganti wajah.

Apakah ini tanda-tanda bahwa masyarakat menengah-bawah indonesia (yang notabene pengkonsumsi utama togel) sudah "naik kelas" sehingga melek internet dan mendapat akses mudah untuk bertogel ria?
lanjutan and komentar...

Tuesday, January 12, 2010

Kontras

Di suatu pagi yang berkabut. Saya ngobrol dengan teman saya, Wahyu.

Saya : “Lantas Yu, kan katanya kita sering terjebak pada situasi dilematis, kok bisa kayak gitu?”
Wahyu : “Iya, kadang kita memang susah menghadapi hidup yang serba kontras ini…”
Saya : “Kontras? Kontras itu apaan Yu..?”
Wahyu : “…” (menoleh sebentar)
Saya : “…” (diam, pasang muka lugu)
Wahyu : “Kontras itu, antara hitam dan putih, atau sering bertentangan dalam situasi serba tidak menguntungkan, situasi serba sulit, kontradiktif… dilematis… ironis…” (menjawab serius, bak dosen 'ngajari mahasiswa' di sidang skripsi)
Saya : Kalau itu saya tahu, tapi saya tahu ada kontras yang bikin gampang.”
Teman : “Apa itu?”
Saya : “Kontrasepsi…”
Saya dan teman : (ngakak bedua)

Eit, jangan ikutan ketawa dulu. Saya mau tanya dulu, benarkan kontra-sepsi itu bikin gampang? Tapi kira-kira safe sex itu yang bagaimana yah, yang menghindari AIDS atau yang bikin pasangan (baca : pacar) gak hamil?


pil similikiti... ...

Begitulah kontrasnya kontrasepsi. Sekarang, silahkan ketawa. lanjutan and komentar...

Saturday, November 28, 2009

Sapardi Djoko Damono dan Hujan Bulan Juni

Tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni
(Hujan Bulan Juni ~ Sapardi Djoko Damono)


Hujan Bulan Juni merupakan puisi Sapardi Djoko Damono yang menurut saya istimewa, bersanding puisinya yang berjudul Aku Ingin, yang merupakan masterpiece dari sang maestro.

Hujan banyak dipakai oleh Sapardi Djoko Damono, puisinya banyak yang mengambil judul hujan; Tajam Hujanmu, Kuterka Gerimis, Sihir Hujan, Kuhentikan Hujan. Hujan Bulan Juni sendiri menjadi judul sampul buku puisinya.

Puisinya yang lain, yang memuat hujan juga terasa manis:

"ada gadis kecil diseberangkan gerimis
di tangan kanannya bergoyang payung
tangan kirinya mengibaskan tangis-
di pinggir padang ada pohon dan seekor burung"
(Gadis Kecil ~ Sapardi Djoko Damono)

Joko Pinurbo, salah seorang penerima Khatulistiwa Award, dalam blognya mengatakan “entah kenapa saya selalu ingin membaca ulang sajak tersebut, padahal isinya 'hanya' lukisan suasana/ perasaan ngelangut dan nelangsa". Sajak yang dimakud adalah sajak yang mengandung hujan pula:

"Maka pada suatu pagi hari ia ingin sekali menangis sambil berjalan tunduk sepanjang lorong itu. Ia ingin pagi itu hujan turun rintik-rintik dan lorong sepi agar ia bisa berjalan sendiri saja sambil menangis dan tak ada orang bertanya kenapa.

Ia tidak ingin menjerit-jerit berteriak-teriak mengamuk memecahkan cermin membakar tempat tidur. Ia hanya ingin menangis lirih saja sambil berjalan sendiri dalam hujan rintik-rintik di lorong sepi pada suatu pagi."
(Pada Suatu Pagi Hari ~ Sapardi Djoko Damono)

Hujan mungkin metafora keadaan nelangsa. Hujan juga mungkin seperti cinta: teduh, lembut dan syahdu. Dan suatu saat ia dapat menjelma petaka: BAH.

Akan tetapi para tetua dulu sering menasihati, “jangan pernah menggerutu hujan”. Karena bagi meraka hujan itu karunia yang mengairi ladang dan sawah. Meski mungkin untuk sebagian dari kita sekarang hujan berarti menghambat aktifitas outdoor, dan... banjir.

Dan memang hujan itu istimewa:

“tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan juni

dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu”

(Hujan Bulan Juni ~ Sapardi Djoko Damono)

Juni adalah penghujung kemarau. Di negeri dua musim.

Dan kita, sebagai Indonesia masih merindu ‘kemarau’ itu terbasahi. Gerah dan gersangnya keadaan sosial, ekonomi dan hukum. Tepatnya yang terasa pada akhir-akhir ini. Panas.

Kita merindukan kemakmuran dan keadilan. Tapi, adakah kemakmuran dan keadilan itu merindukan kita pula, sebagaimana rintik rindu si “Hujan Bulan Juni yang begitu tabah” pada pohon berbunga itu…??

Mungkin, adil dan makmur itu sudah begitu lelah menunggu kesempatan untuk hadir di negeri ini.

Semoga ia tetap arif, bijak dan tabah menanti.
lanjutan and komentar...

Friday, November 27, 2009

Situs Tempat Belajar Bisnis Internet (internet marketing)

Bisnis internet atau internet marketing di Indonesia melahirkan banyak nama (besar) yang mungkin sudah jamak dikenal, terlepas dari ada beberapa kontroversi dari skema bisnis yang dijalankan. Seperti Anne Ahira, Cosaaranda, Joko Susilo, Nukman Lutfi, Bayu Mukti, Roni Yuzirman, Isnaini, Pogung 177, Brokencode, Mas Keke, Toni Jauhari, ada diantara deretan nama itu.

Mereka tentu punya core tersendiri untuk masing masing bidang bisnis internet/internet marketing. Sebut saja Joko Susilo, ia sangat dikenal untuk produk digitalnya; Cosaaranda mumpuni adsensenya atau Pak Nukman Lutfi yang blogya menggunakan tag internet business, strategy & marketing Indonesia dan Om Keke yang dikenal akhli SEO dan small business endure; dan bisa juga Bayu Mukti yang ilmunya 'agak aneh tapi menghasilkan'.

Nah, bagaimana bila anda ingin ekspansi ilmu? Tentu jawabannya adalah go global. Mulai mencari ilmu dari segala penjuru dunia (internet).

Saya lumayan lama mencari tahu tempat belajar bisnis internet/internet marketing untuk situs-situs luar negeri. Memang nama-nama seperti Johnchow, doshdosh, Yaro Starak, Shoemoney sudah lama terdengar. Tapi saya belum puas dan mencoba mencari lagi.

Niatnya cuma pengen tahu lebih lanjut tentang bisnis internet/internet marketing.

Akhirnya ketemu sama link ini, sekali liat langsung jatuh hati.

`winning the web' Mau ikutan jadi pemenang?

Halam ini me-list situs/blog mengenai bisnis internet/internet marketing. Lumayan elok, karena disertai katageri bisnis internet/internet marketing (Blogging, SEO/SEM, Internet Marketing, Social Media, Affiliate Marketing, Make Money Online), feedburner, alexa rank, page rank, technorati rank, dll.

Artikel2 dimuat juga menarik.Awal melihat, dalam hati saya sudah mengadili: ini situs lumayan oke. Meski saat itu belum eksplorasi lebih lanjut.
lanjutan and komentar...

Wednesday, November 25, 2009

Humor Sufi Nasrudin dan Bisnis Internet

Nasrudin berdiri di tengah-tengah pasar dan mulai berteriak kepada orang-orang yang berbondong-bondong datang.

“Saudara-saudara sekalian, inginkah kalian mendapatkan pengetahuan tanpa kesulitan, kebenaran tanpa kesalahan, perolehan tanpa usaha, kemajuan tanpa pengorbanan?”

Segera serentak sekumpulan orang mengerumuninya dan berteriak: “Ya, ya!!”

“Bagus!” Ujar Nasrudin. “Aku hanya ingin tahu. Kalian mungkin akan sepenuhnya percaya padaku untuk menceritakan semua itu seandainya aku pernah menemukan hal-hal seperti itu.”

Cerita ini bisa diambil benang merahnya dengan bisnis internet.



Banyak kita lihat penawaran-penawaran bombastik di internet. Penawaran ini menggiurkan walau agak tampak tak masuk akal. Masalahnya, sesuatu yang ditawarkan itu benar-benar menarik minat sehingga mangaburkan rasio mengenali mekanisme usaha yang ditawarkan. Bisa jadi hal inilah yang biasa disebut hipnotik marketing. Pada dasarnya, pemasaran itu memang mempermainkan jalan pikiran manusia. Caranya saja yang kadang-kadang kasar dan kadang-kadang dengan jalan halus dan canggih.

Pemasar itu ahli psikologi.

Yah. Kalau anda memiliki jam terbang yang banyak di dunia internet, mungkin anda bisa menertawakan bahkan mungkin melakukan counter attack terhadap jenis-jenis bisnis seperti ini. Berbeda dengan orang baru atau newbie yang masih trial error mencari peruntungan di dunia maya, bisa jadi mereka gampang untuk terpeleset.

Mungkin banyak mekanisme bisnis yang ada di dunia maya, adsense mungkin, affiliasi, direct ads dan direct marketing, atawa usaha-usaha lainnya. Tapi sepanjang yang saya amati, mereka yang menjalankan bisnis ini juga penuh perjuangan dan menghabiskan waktu yang tidak sedikit. Bukan kerja instant. Hanya saja jadi tampak ringan karena mereka benar-benar suka dan hobi dengan bisnis internet sehingga tampak gampang.

Kalau ada yang bilang bisnis internet itu bisnis cepat kaya, saya sampai sekarang masih nggak percaya. Tapi, kalo ada yang bilang bisnis internet itu bukan bisnis cepat kaya, tapi bisnis yang pasti kaya. Sepertinya saya masih percaya.

yo, yang jelas hati-hati saja sama tawaran mendadak kaya melalui internet marketing :)
lanjutan and komentar...