
it's a simple message. But it's so nice and a clear picture about love...
Tampaknya Google berhasil menyampaikan pesan akan kasih sayang melalui ikon pada halaman search engine mereka. Sungguh sederhana, tapi menyentuh.
Di Indonesia sendiri perayaan hari kasih sayang itu masih menemui prokontra. Ada pihak yang mendukungnya, ada yang biasa-biasa saja dan ada juga yang menentang bahkan mencaci maki habis-habisan. Bagi yang kontra, alasannya ialah perayaan valentine itu dekat dengan hura-hura, bahkan menjadi ajang bagi pintu masuk free sex, ngeri bukan? atau ada juga alasan yang lebih terasa agamis.
But, lihatlah sekali lagi kasih sayang dalam bahasa Google, wajar saya kira kalu Google berhasil menjadi perusahaan besar dengan brand mengglobal, valentine pun dicernanya secara global (not only sex or temporary love). Yeah lucu bukan icon-nya? dua orang itu terlihat bahagia dan saling mencintai sampai kakek-nenek... Buat anda semua, met valentine saja, meskipun tentu saja kasih sayang itu bukan diberikan hanya untuk satu hari. Cinta itu seumur hayat, mungkin itulah makna cinta yang ingin disampaikan oleh Google.
Thursday, February 14, 2008
Valentine, dan cinta sampai akhir hayat dalam icon valentine Google
Wednesday, February 13, 2008
Selamat Buat Sriwijaya F.C., Thanks buat Rahmad Darmawan
Sejarah dalam sepakbola kembali terukir, termasuk sejarah final tanpa penonton. Begitulah yang digambarkan oleh karikatur di halaman surat pembaca "Bola", media olahraga terbesar di tanah air.
Friday, February 1, 2008
Iseng In The Dark
Situasi: Seorang wanita dan lelaki dalam kamar berduaan. Mereka saling mencintai dan belum lama jadian, sedang hot-hotnya menjalin kasih. Tiba-tiba. Pet, mati lampu. Suasana jadi gelap-gelapan.
Cowok : Yang...
Cewek : Eeehh..
Cowok : Aayang tau gak, sun apa... yang nakutin?
Cewek : Nggak mau akh yhaanng, janggaaannn, atuut akh...
Cowok : Sundel bolong.
Cewek : Kyaaa...
Kira2 apa ya yang terjadi, ceweknya ketakutan atau cowoknya kena tampar, atau malah...
Monday, January 28, 2008
Selamat jalan yang....
"Hari menjelang maghrib pak tua ngantuk
istri manis menunggu istirahatlah"
Dulu, lagu-nya Iwan Fals itu pernah dikatakan oleh seorang teman, yang kebetulan umurnya lebih tua dari saya, sebagai analogi untuk menggambarkan/satire ke Eyang Suharto. Itulah salah satu yang paling terngiang dari benak masa kecil saya tentang beliau selain tentu saja wajah yang teduh, anak petani yang bisa jadi presiden, klompencapir, laporan khusus, korpri dan golkar. Saya terus terang saat itu merasa terkejut mendengar penjelsan tersebut, setahu saya beliau orang yang baik, dan saat itu saya tak percaya sama sekali dengan gosip tersebut.
Tapi waktu berubah, ekonomi berguncang, harga melambung, Jakarta rusuh terbakar, mahasiswa duduk nongkrong di atas gedung wakil rakyat (diduduki benar-benar dalam makna konotatifnya), reformasi bergulir. Keburukan dan cacat beliau diungkapkan entah oleh siapa dan apa tujuannya. Slogan KKN menjadi populis. Sedikit banyak pandangan saya tentang beliau bergeser.
Dan beliau sekarang telah kembali pada penciptanya. Dan sekarang dilema tentu menggayuti sebagian masyarakat Indonesia dalam memandang sosok beliau. Pro dan kontra masih berlanjut. Jasa-jasa beliau dipampangkan bersanding dengan tayangan kesalahan/proses hukum beliau. Ya, saya setuju dengan Emha Ainun Nadjib, sekarang adalah tugas cendikia (dengan tanggung jawab terhadap keilmuan dan kebenaran) untuk mengungkap sosok beliau apa adanya.
Selain itu saya kutipkan juga bagian penutup artikel dari Yudi Latif, Doktor sosial politik, Direktur Eksekutif Reform Institute, artikel yang saya baca dari Gatra no II, tahun xiv 24-30 Januari 2008:
Artikel tersebut saya baca sehari sebelum kabar bahwa eyang Suharto telah meninggal dipastikan.Jejak-jejak kebaikannya tidak boleh diruntuhkan dan dilupakan. Harus ada
kejujuran untuk menghargainya. Terhadap jejak-jejak keburukannya harus ada
keberanian untuk menghapusnya, dengan membiarkan kebenaran menyatakan
diri.
Setiap lompatan besar politik Indonesia selalu tertawan oleh masa lalu.
Kebiasaan kita untuk melupakan masa lalu dengan mengulanginya, bukan dengan
melampauinya, membuat perilaku politik Indonesia tak pernah melampaui fase
kekanak-kanakannya (regresive politics).
Keburukan masa lalu bukan untuk ditutupi, melainkan perlu diungkap,
didamaikan, dan dilampaui.
Innalillahi Wainnaillaihi Rojiun. Semuanya datang dari Allah dan akan kembali pada Allah. Dan Allah adalah Hakim Yang Maha Adil. Semoga beliau mendapat kebahagiaan akherat.
Tuesday, January 22, 2008
Others Can Only follows
Iklan itu sering muncul lagi di TV. Iklannya Sampoerna, salah satu iklan untuk membentuk immage bertujuan untuk mengangkat penjualan, saat awal kemunculan iklan ini dulu marketingnya sampoerna diotaki oleh Hermawan Kartajaya. Dialah yang menggagas branding Sampoerna.
Sampoerna memang jago dalam beriklan. Dia mempromosikan berbagai acara, event dan memberikan beasiswa bagi masyarakat, melalui jalur-jalur kreatif. Tujuannya: Image. Dan saat dunia periklanan belum blak-blakan menyindir lawan usahanya, seperti juga para operator selluler Indonesia sekarang, Sampoerna telah berhasil membuat iklan yang bisa menyindir secara halus, bahkan hampir tak kentara.
Others Can Only Follow
Maksudnya, kami adalah pioner. “We are the pioner”, dari iklan dapat dilihat bagaimana si “A” ini begitu lincahnya bergerak dan melaju, dan lihatlah bagaimana yang lain tertatih-tatih mengikuti.
Bukan Basa-basi
Maksudnya, rokok ini rendah ter and nikotin, tapi tetap bermutu. Bukan basa-basi.
How Long Can U Go?
Maksudnya, merokoklah yang rendah nikotin dan tar… karena yang lain bisa buat kamu cepet lewat. Kalau dipanjangin iklan itu kira-kira jadi begini: How long can u go if you smoking another cigarette?
He.. he.. he.. Sampoerna memang cerdas… das.. das..
Monday, January 14, 2008
Selamat pada Sriwijaya F.C atas keberhasilannya menjadi Juara Copa Dji Sam Soe
Dua kesebelasan itu datang dari daratan yang berbeda, satu dari ujung timur, Papua dan satu lagi dari pertengahan pulau Sumatera, Sumatera Selatan. Dua kesebelasan itu, Sriwijaya F.C. dan Persipura, merupakan pemuncak di divisi barat dan timur Ligina Djarum 2007. Mereka bertemu dalam ajang final Copa Dji Sam Soe 2007-2008 di Istora Senayan, glora Bung Karno, Jakarta. Dan keluarlah Sriwijya F.C. sebagai pemenangnya.
selamat pada:

Atas keberhasilannya menjadi pemenang pada Copa Dji Sam Soe 2007-2008
saya, sebagai salah satu fans dari Sriwijaya F.C., tentu sangat senang. Tapi, kemarin pada harian Jawa Pos lembar olah raga, dikatakan pemenang sesungguhnya ditentukan pada babak 8 besar ligina.
Memang akan sangat menyenangkan bila Sriwijaya F.C. tampil sebagai jawara. Sayangnya, bukan karena pesimis, tetapi karena tentu saja ajang tersebut diikuti favorite juara yang hebat-hebat dan akan tampil habis-habisan, apalagi diadakan di Solo dan Kediri yang notabane tempat berkumpulnya supporter fanatik dari beberapa kesebelasan yang masuk babak 8 besar, maka kans Sriwijaya FC saya kira cukup berat. Walau secara kualitas sudah terbukti, tetapi bermain di kandang lawan dan ditengah tekanan supporter akan menjadi catatan tersendiri...
Makanya, ketika kemarin Sriwijya F.C. menang di Copa Dji Sam Soe, saya sudah cukup puas. Bila sampai menjadi juara di Solo-Kediri, mata tentu akan menjadi sebuah prestasi yang sangat prestisius, sangat luar biasa...
Ya, sebagi supporter tentu saya akan berharap double winner dapat dicapai Sriwijaya F.C.
Catatan: pada polling bola saat tulisan ini diposting, dari 261 responden sebanyak34,1% (89)orang percaya Sriwijaya akan menjadi juara Liga Djarum 2007.
Saturday, January 12, 2008
Tahun Baru
Jika kita melacak pada kalender tahun masehi 2008, maka kita akan menemukan empat tahun baru!! Tanggal 1 Januari, tahun baru masehi 2008; Tanggal 10 januari, tahun baru Hijriah 1429 H; Tanggal 7 Januari, tahun baru imlek 2559 dan tanggal 29 Desember, tahun baru Hijriah 1430 H. Dari keempat tahun baru tersebut, semuanya adalah dari 3 sistem penanggalan yang tetap dipakai masyarakat Indonesia.
Dari ketiga sistem penanggalan tersebut, mana yang benar? saya bukan ahli astronomi, sehingga gak bisa menjawabnya. Tapi saya pikir, akhli astronomi pun belum mengetahui kapan itu start-nya bumi berotasi dan berevolusi, semua mungkin hanya konsensus (Kalau bayi yang lahir kan ada saksinya, kalau bumi pertama kali bergerak, siapa saksinya coba?). Sehingga tak bisa ditentukan tahun baru yang mana yang paling benar...
Hmm... akan tetapi sebenarnya tahun baru itu ditentukan oleh peredaran benda langit. Tahun masehi dihitung berdasarkan peredaran matahari, tahun baru Hijriah dihitung berdasar perputaran bulan, dan saya tak begitu familiar denan tahun baru imlek...
Yang penting di sini adalah ketiga sistem penanggalan tersebut lahir pada tiga peradaban besar. Tahun baru Hijriah lahir di tanah arab, dihitung berdasarkan awal hijrah nabi Muhammad S.A.W. nabi umat Islam, dari Makkah ke Madinah. Tahun baru imlek adalah perhitungan kalender di dataran Cina yang juga memiliki peradaban yang besar. Juga tahun baru Masehi berasal dari Eropa (Yunani or Roma?), dihitung berdasarkan tahun kelahiran nabi Isa, untuk tahun-tahun sebelumnya digunakan istilah S.M (sebelum Masehi). Dari kesemua sistem tersebut, juga tahun barunya, semuanya ada yang menggunakan dan merayakannya di Indonesia.
Pertanda apakah ini? Tidak lain ini adalah tanda kemajemukan bangsa Indonesia. Kemajemukan, bukannya kegamangan bangsa dalam berbudaya. Jelas tidak ada salahnya jika kita merayakan ketiga-tiganya (seperti seorang Cina Islam mungkin, he..he..). Juga tidak salah jika kita merayakan hanya dua buah tahun baru atau hanya bersedia merayakan satu tahun baru saja. Silahkan pilih sesuai selera. Tapi yang jelas, semua itu menandakan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk dan plural, didalamnya terdapat percampuran budaya, tahun barunya aja ada tiga...



